Rabu, 27 April 2016

TIPS MEMBUAT DOKUMEN DI MS.WORD

WORD PROCESSOR (PENGOLAH KATA)


Pengolah kata adalah salah satu jenis progr   am aplikasi komputer yang berguna dalam pengetikan dokumen. Sebelum munculnya pengolah kata, yang ada adalah mesin ketik manual. Bayangkan,

·         Saat mengetik, kalau mau rata kanan / kiri kita harus hati-hati menghitung spasi antar kata.
·        Kalau sampai salah ketik, pilihannya adalah tindis, tutup pakai stipo, atau buang kertasnya.
·        Kalau mau banyak dokumen, pakai karbon atau stensil.
·        Jika ada revisi (mana dosen jaman itu punya waktu banyak untuk memeriksa), ketik ulang semuanya.

Karena itu, ketika muncul pengolah kata, orang langsung senang. Program pengolah kata awal seperti Word Star masih berjalan di sistem operasi DOS dengan mode teks, bukan graphical user interface. Semua ketikan muncul dalam bentuk huruf, justifikasi otomatis, dokumen bisa di simpan ke file dan dicetak memakai printer daisy whell atau dot matrix. Untuk dokumen banyak halaman, dipakai kertas khusus bersambung yang bisa dikaitkan ke rel printer

Sementara itu, gambar belum bisa. Jadi kalau mau ada gambar, harus disediakan ruang yang cukup dan nanti di tempel. Dengan makin majunya teknologi komputer dan printer, pengolah kata semakin berkembang. Chi Writer misalnya, sempat populer di kalangan akademik karena mampu bekerja dalam mode grafik untuk membuat rumus dan diagram sederhana. Pada saat yang sama, saingannya adalah Word Perfect yang mampu menyisipkan gambar maupun rumus.

Sementara itu untuk penerbitan serius, ada Ventura dan Page maker. Kedua program ini kelasnya sudah masuk desktop publishing, yaitu program untuk membantu pembuatan brosur, majalah maupun buku dengan tata letak yang kompleks dan harus konsisten. Keduanyalah yang memperkenalkan pemformatan kata dengan menggunakan tag (style), tata letak di dalam bingkai (frame), tipografi, kerning, orphan, dan lain-lain

Jaman DOS kemudian berganti menjadi era Windows, dan muncullah Microsoft Office Word. Boleh dikata, MS Word memasukkan fitur-fitur desktop publishing ke dalam pengolah kata. Kini MS Word, juga saingannya Open Office Writer, sudah sedemikian canggih. Jika melihat kebanyakan orang mengetik dokumen, mungkin justru pengolah katanya yang jadi tidak puas


SISTEMATIKA

Tutorial singkat ini akan membuat anda keluar dari kelompok tersebut, dan mampu menggunakan komputer sebagai "pengolah kata". Kita akan belajar memakai Microsoft Office Word secara efektif:

I.    Mengatur format halaman dan bagian.
2.      Memformat dokumen dengan cepat, rapi dan yang lebih penting .... konsisten.
3.      Mengatur judul dan penomorannya.
4.      Menyisipkan gambar, tabel, dan rumus.
5.      Mengotomasi penomoran halaman, bab dan sub-bab, gambar, tabel, rumus, dll.


SISTEM DAN APLIKASI

Aplikasi yang digunakan pad a praktikum kali ini adalah Microsoft Office Word 2003

 AKTIVITAS

Cara membuat tabel di microsoft office word - Tutorial Ms Word

Tabel adalah kumpulan dari beberapa baris dan kolom yang membentuk kotak-kotak. tabel biasanya digunakan untuk membuat daftar atau list dari sebuah barang atau nama. Pada tutorial microsoft word kali ini saya akan berbagi tentang cara membuat tabel pada microsoft office word.

Membuat tabel pada microsoft word memang terbilang mudah, kita tinggal menentukan jumlah baris dan kolom sehingga terbentuk kotak-kotak yang akan kita isi. Untuk membuat tabel pada microsoft word ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Buka program microsoft office word anda
  2. Setelah aplikasi sudah terbuka dan sudah muncul lembar kerja microsoft word
  3. Klik Insert pada menu bar
  4. Pada kolom tables klik anak panah kebawah.
  5. Anda bisa memilih jumlah kolom dan baris yang diinginkan dengan mengeklik kotak-kotak.
  6. Atau anda juga bisa memilih insert table di bagian bawah kotak-kotak.
  7. Pada jendela insert table tentukan number of coloum dan number of rows.
  8. Kemudian klik OK

UKURAN KERTAS & MARGIN


Suatu dokumen ilmiah biasanya memiliki aturan tentang ukuran kertas dan margin. Karena itu sebelum melangkah lebih jauh, hal ini harus kita atur karena efeknya berlaku global. Untuk itu, pilih menu File - Page Setup. Untuk memilih ukuran kertas, pilih tab Paper, lalu atur Paper Size, misal jadi A4. Pilih juga Apply to "Whole document". Selanjutnya klik tab Margins, atur margin yang sesuai. Misal margin kiri = 4 cm, margin kanan = 2 cm, margin atas = 4 cm dan margin bawah = 2 cm

Catatan: Untuk mengubah satuan dari inehi ke cm, klik menu tools>option> klik tab general dan di bagian 'measurement unit', pilih centimeters
 
MENGELOLA DOKUMEN ILMIAH


Biasanya kita membuat dokumen ilmiah atau dokumen resmi menggunakan Microsoft Word, tanpa memaksimalkan fitur-fitur unggulan Ms.Word.  Sebenarnya, Microsoft Word sudah menyiapkan beberapa fitur dan fasilitas untuk membuat dokumen resmi yang representative.  Misalnya, membuat daftar isi secara otomatis, membuat daftar referensi, menyisipkan gambar, table, membuat format halaman yang berbeda, dan lain-lain. Pada modul ini akan dikenalkan beberapa fitur tersebut untuk memudahkan kita membuat laporan resmi yang lebih professional dan mudah dimodifikasi di kemudian hari.

Membuat Outline
Outline adalah layout atau garis besar dokumen yang akan kita buat. Biasanya outline dokumen resmi adalah bagian cover,  daftar isi dan kata pengantar/ sambutan, bagian inti dokumen, dan bagian penutup yang memuat daftar referensi atau lampiran.  Sebelum mulai mengisi dokumen, sebaiknya kita siapkan outline dokumen tersebut.
Siapkan dokumen kosong.  Klik View, pilih Outline

Menyisipkan Nomor Halaman
Dokumen yang akan dibuat terdiri dari 3 bagian utama yaitu bagian awal yang memuat cover, daftar isi, daftar gambar dan lain-lain (misalnya kata pengantar, sambutan, lembar pengesahan dan lain-lain),  bagian tengah yang memuat tulisan inti dokumen, dan bagian penutup yang memuat referensi dan lampiran.  Biasanya pada bagian awal, format halaman yang digunakan berbeda dengan bagian tengah. Pada bagian awal, format halaman berupa angka romawi (i, ii, iii, iv, ….), dan dicetak di bagian tengah bawah halaman.  Sedangkan pada bagian isi dokumen, format nomor halaman berupa angka biasa (1,2,3,…) yang dicetak di sisi kiri bawah halaman (atau di kanan atas   halaman, tergantung pada aturan yang diterapkan).  Pada contoh berikut, misalkan kita akan menyisipkan nomor halaman di tengah bawah (untuk bagian awal), dan di kanan bawah (pada bagian inti dokumen).
Klik bagian awal dokumen  (bagian daftar isi), klik tab Insert, pada bagian “Header & Footer” pilih “Page Number”.  Kemudian pilih Bottom of Page, dan pilih Plain Number 2.
Setelah halaman otomatis dicantumkan, klik kembali icon page number, dan pilih menu “Format Page Numbers”.  Pada panel Page Number Format, pilih Number format i, ii, iii, …..
 
Perhatikan bahwa kita menyisipkan page number ini pada bagian kedua format dokumen kita (bagian pertama adalah bagian COVER), dan kita tidak ingin menyertakan nomor halaman pada bagian cover. Oleh karena itu, klik bagian bawah dokumen (yang ada nomor halaman), dan perhatikan ada text bertuliskan “Same as previous”.  Klik tab “Design”,  perhatikan bahwa text “Link to previous” diberi highlight kuning. Klik text ini untuk menghilangkan highlight (yang artinya, menghilangkan hubungan dengan section sebelumnya).  Dengan dihilangkan hubungan ini, maka perubahan format page number pada section sebelumnya tidak akan mempengaruhi section ini.
Penyisipan halaman untuk bagian isi dokumen dapat dilakukan dengan cara yang sama yaitu dengan memindahkan kursor hingga ke bagian isi dokumen (Bab I), dan sisipkan halaman dengan format yang diinginkan.  Hilangkan hubungan dengan section sebelumnya dan atur agar start number mulai dari angka 1.

Mendefinisikan Format Style

Selanjutnya, akan didefinisikan format style untuk setiap bagian.  Pada umumnya format diperlukan untuk beberapa bagian misalnya :
·         Header : digunakan untuk judul bab, sub bab dan sub dari sub bab
·         Caption : digunakan untuk memberi judul gambar atau table.
·         Untuk judul bab, sub bab dan sub dari sub bab, harus dilakukan format style untuk bagian heading1, heading2, dan heading 3 sebagai berikut.
Heading 1 : digunakan untuk judul bab.   Pada tab home, lihat kelompok Style, klik kanan pad ikon Heading 1, pilih menu “modify”.
Aturlah agar Formatting font adalah Times New Roman, ukuran 14, Bold, perataan paragraph dipilih “justify”, dan warna font dipilih berwarna hitam (automatic),  seperti pada gambar di bawah ini.
Klik tombol “format” dan pilih sub menu “paragraph”.   Pada panel pengaturan paragraph, aturlah space agar sebelum baris heading1 ada jarak 24, dan setelahnya 12.  Spasi diatur double. Klik OK.
Lakukan hal yang sama untuk heading 2, tetapi bedakan ukuran fontnya yaitu 12. Atur juga agar paragrafnya berjarak 10 pt terhadap baris sebelumnya.
 
Kemudian atur format untuk style Normal seperti berikut ini, yaitu ukuran font 12, justify, berwarna hitam, spasi diatur berjarak single.
Klik untuk membuka panel style
 
Jika pada panel styles tidak ditemukan style untuk heading3, kita dapat menambahkan style tersebut dengan cara klik symbol ekstensi di bagian kanan bawah style, kemudian klik link “Option”.  Pada panel style option, pilih “all styles” dan klik OK.  


Membuat Nomor Otomatis Judul dan Sub Judul
Untuk menerapkan style di atas, cukup kita blok bagian dokumen yang dimaksud dan klik icon style yang akan diterapkan apakah heading 1, heading 2 atau normal (untuk isi tulisan).  Tetapi, heading biasanya dilengkapi dengan nomor, misalnya Bab I. Pendahuluan,  sub bab I.1. Latar Belakang, dan seterusnya. Agar memudahkan proses pemberian nomor dan tidak terjadi kekeliruan, maka kita perlu  mengatur sistem penomoran  dengan hirarki seperti berikut.
Pada kelompok “paragraph”, klik icon multilevel list, pilih menu define new multilevel list.
Pada panel berikut, klik level 1, Pada bagian bawah, isikan format penomoran, untuk level  1 akan digunakan untuk memberi nomor heading 1, sehingga diganti format penomoran menjadi angka romawi, dan di bagian depan ditambahkan text “BAB”.
Untuk memberikan penomoran pada sub bab, klik level 2, ubah Number style menjadi angka biasa (1,2,3,…).  Pilih Level 1 pada Include level number from.  Maka akan kita lihat bahwa format penomoran pada level  1 akan dibawa ke level  2.
Agar format tersebut terkait dengan penomoran style untuk sub bab, klik kembali level 2, dan klik tombol “More” di bagian bawah.  Pada panel di sebelah kanan, pilih Link level to style : Heading 2 (karena  style Heading 2 yang akan digunakan untuk judul dan penomoran sub bab).
 

Menggunakan Format Style

Sejauh ini, kita sudah memiliki format style Heading 1, Heading 2, Heading 3, dan normal. Penomoran untuk masing-masing style juga sudah disiapkan. Untuk menguji format tersebut, coba tuliskan pada dokumen anda di bagian isi tulisan sebagai berikut  (dalam format View-Outline)
Jika hurufnya menjadi besar semua dan jika formatnya menjadi format heading 1, blok tulisan dan klik style Normal.
Untuk menerapkan style di atas, klik baris yang dipilih, dan klik style, misalnya untuk Judul Bab I, klik heading 1, untuk Sub Bab 11, klik heading 2, dan seterusnya.
Untuk melihat bentuk dokumen yang sebenarnya, pilih tabe View – Print Layout.  Untuk menguji layout secara keseluruhan, dapat kita sisipkan text dengan format style “Normal” di setiap bagian sub bab. Jika layout dianggap sudah sesuai keinginan, maka dokumen ini sudah siap diisi dengan tulisan yang lainnya.

Menyisipkan Footnote.
Footnote atau catatan kaki adalah komentar atau penjelasan tentang satu istilah atau segmen pada tulisan. Untuk menyisipkan footnote, cukup tempatkan kursor pada lokasi tulisan dan klik “References”, kemudian pada kelompok “Footnotes”, klik Insert Footnote.
 
Kita dapat menambahkan lebih dari satu footnote pada satu halaman.  Contoh pada gambar berikutnya adalah halaman yang memuat dua footnote.
Kursor akan otomatis berpindah ke bagian bawah dokumen. Tuliskan footnote seperlunya, dan perhatikan bahwa pada bagian text tempat kita menyisipkan footnote akan diberi notasi nomor footnote (misalnya 1, 2, …).

Menyisipkan Referensi.
Referensi yang dituliskan di bagian akhir dokumen  seharusnya diacu pada dokumen.  Mengacu referensi ini dapat dilakukan secara manual, tetapi kita akan kesulitan ketika menyeleraskan antara referensi yang tercantum di daftar referensi dengan yang benar-benar kita acu pada dokumen.  Untuk menyeleraskan acuan referensi ini, kita dapat menyisipkan semua referensi sambil menyelesaikan tulisan, dengan cara menyisipkan Citation, kemudian di bagian akhir dokumen, semua referensi yang diacu dapat ditampilkan dalam bentuk daftar referensi.
Untuk menyisipkan referensi, pindahkan kursor pada bagian tulisan yang akan mengacu pada referensi tertentu, klik reference, kemudian klik Insert Citation, pilih menu Add new source.
 
Pada panel Create Source, isikan informasi referensi.  Klik tombol Edit di sebelah kanan “Author” untuk menambahkan nama penulis. Isikan nama penulis. Untuk menambahkan nama penulis lebih dari satu, klik tombol Add.  Jika sudah selesai, tutup panel Edit Name.
Selanjutnya isikan informasi referensi.  Tipe referensi dapat dipilih sesuai keperluan misalnya Book, Journal, Conference Proceeding dan lain-lain. Setiap pilihan akan menyediakan field yang berbeda-beda. 
Setelah selesai mengisikan referensi. Klik OK. 

Menyisipkan Caption
Caption dapat digunakan untuk memberikan judul gambar atau table pada dokumen. Kelebihannya jika memberikan judul menggunakan style caption adalah judul gambar atau table tersebut dapat secara otomatis ditampilkan pada saat membuat daftar isi dokumen, sehingga nanti kita dapat membuat daftar table dan daftar gambar secara otomatis. Langkah-langkah untuk menyisipkan caption sebagai berikut .
Tempatkan kursor di bagian bawah gambar yang akan diberi judul (caption). Klik References, pada kelompok menu “Caption” pilih Insert caption.  Panel “Caption” akan ditampilkan.
 
Pada panel Caption, sudah tersedia beberapa caption tertentu misalnya Figure, Picture, Table, dan lain-lain. Tetapi pada contoh berikut, kita akan membuat caption dengan label “Gambar” yang belum ada. Caranya adalah klik tombol “New Label”, isikan caption baru, misalnya “Gambar”, klik OK.  Setelah Caption “Gambar” dipilih atau ditampilkan pada “Label”, klik “OK”.
 
Caption yang otomatis sudah diberi nomor, kita hanya perlu menambahkan text untuk gambar tersebut. Jika text ini berbeda font-nya dengan text pada caption, untuk menyesuaikannya cukup blok text tersebut, kemudian pada kelompok “Style” klik style “caption”.
Hal yang sama dapat dilakukan untuk memberi judul Tabel.  Caranya klik insert caption, dan tambahkan label baru yaitu “Tabel” (caption yang sudah tersedia adalah “table”).
  
Membuat Halaman Format “landscape”

Kadang-kadang kita perlu  membuat beberapa bagian halaman dari dokumen kita berupa landscape.  Misalnya, halaman 3 berupa dokumen halaman biasa, tetapi halaman 4 perlu dibuat landscape karena akan menampilkan table atau gambar berukuran besar yang akan terlalu kecil jika dipaksakan pada format halaman portrait.   Halaman berikutnya, berupa halaman dengan format portrait kembali. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membuat “section” baru pada halaman 4 saja

Membuat Halaman Format “landscape”

Kadang-kadang kita perlu  membuat beberapa bagian halaman dari dokumen kita berupa landscape.  Misalnya, halaman 3 berupa dokumen halaman biasa, tetapi halaman 4 perlu dibuat landscape karena akan menampilkan table atau gambar berukuran besar yang akan terlalu kecil jika dipaksakan pada format halaman portrait.   Halaman berikutnya, berupa halaman dengan format portrait kembali. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membuat “section” baru pada halaman 4 saja

Membuat Daftar Isi

Di bagian awal sudah dijelaskan bahwa kita sudah menyiapkan satu segmen yang akan digunakan sebagai tempat daftar isi.  Daftar isi dapat dibuat pada saat seluruh dokumen selesai dibuat, atau dapat juga dikerjakan di tengah-tengah penyelesaian dokumen.  Jika dikerjakan pada saat dokumen belum selesai, daftar isi ini dapat diperbaharui (update) di kemudian hari. Keuntungan membuat daftar isi secara otomatis ini adalah daftar isi dapat dengan mudah disesuaikan jika terjadi perubahan posisi pada dokumen kita  (misalnya pergeseran halaman sub bab, gambar atau table).
Untuk membuat daftar isi otomatis, dilakukan dengan langkah-langkah berikut :
1.    Letakkan kursor di bagian dokumen untuk daftar isi.
2.    Klik tab “References”,  pada group Table of Contents, klik icon Table of contents
3.    Pilih format table of contents yang diinginkan. Pada contoh ini, digunakan pilihan “Automatic Table 1”.  Ubahlah judul halaman menjadi “Daftar Isi”.
Jika sudah jadi, kemudian suatu saat terjadi perubahan tata letak halaman dokumen, untuk mengubah daftar isi cukup dengan klik pada bagian daftar isi, di bagian atas akan ditampilkan icon “Update Table”, kemudian pilih “Update Entire Table”.  Proses ini dapat dilakukan berkali-kali setiap kali ada perubahan tata letak pada dokumen kita.

Menyisipkan Daftar Gambar dan Daftar Tabel.
Dokumen resmi / laporan biasanya juga dilengkapi dengan daftar gambar dan daftar table.  Untuk menyisipkan daftar gambar/table, klik Reference, pada  kelompok “Caption”, pilih icon “Insert Table  of Figures”.
 
Menyisipkan Cover
Tahap akhir penyelesaian dokumen adalah menyisipkan cover.  Letakkan kursor pada bagian awal dokumen (bagian cover), sebelum tanda Section Break.  Klik insert, pilih icon “Cover Page”.

RUMUS MATEMATIK

Dokumen ilmiah, khususnya sains dan teknologi, baru terasa nendang kalau ada rumusnya. Makin rumit dan banyak rumusnya, makin tinggi gengsi dokumennya. Namun, perlu trik khusus supaya rumus-rumus tersebut tampil indah dan tidak berserakan kemana-mana.

Menyisipkan Rumus
Di MS Word, ada komponen yang disebut MS Equation. Pada instalasi "typical", komponen ini tidak ikut terpasang. Karena itu pastikan dulu komponen itu ada. Setelah itu, untuk membuat rumus:

·         Agar mudah, sebaiknya anda membuat dulu tabel dua kolom seperti ini (garisnya nanti dihilangkan !). Kotak di kanan untuk rumus, kotak di kiri untuk nomor rumus
 
·         Letakkan kursor di kotak kiri, kemudian pilih menu Insert Object. Selanjutnya pada list Object Type, pilih Microsoft Equation. Klik OK.
·         Akan muncul frame kecil dan sebuat floating tool bar. Gunakan tombol pada floating toolbar tersebut untuk mengetikkan simbol dan tanda yang diperlukan rumus. Setelah selesai, klik diluar frame tersebut

1 komentar: